Prosesi program PPG telah memasuki babak baru. Setelah proses
Lapor diri pada tanggal 15 maret di LPTK penyelenggara, para peserta sudah bisa
menempati asrama yang disediakan. Para peserta, kemudian diharuskan mengikuti
kegiatan pembekalan selama 3 hari berturut-turut meliputi pengenalan kegiatan
akademik dan non-akademik, kehidupan berasrama, serta wawasan kebangsaan. Dalam
kegiatan ini para peserta dituntut untuk membekali diri guna menghadapi
kegiatan perkuliahan PPG yang seminggu kedepan akan resmi dimulai.
Selain untuk membekali diri, pembekalan ini dimanfaatkan para
peserta untuk melakukan agenda lain yang belum terlaksana pasca SM-3T Lho. Kira
– kira agenda apa sih? yuk kita intip
1. Ajang
reuni
“hei
apa kabar? kemaren penempatan dimana? gimana keadaan disana?”
Kira-kira
pertanyaan seperti itulah yang berulang kali terdengar selama pembekalan.
Jiwa-jiwa yang rindu akhirnya kembali bertemu. Teman sesama penempatan yang
terpisah jeda kepulangan. Teman satu jurusan yang terpisah penempatan. Teman
lain jurusan yang terpisah penempatan dan jeda kepulangan. Pokoknya ketemu
semua. Tak ayal, pada masa-masa ini tempat nongkrong menjadi ramai. Warung –
warung kopi menjadi saksi reuni setelah lama terpisah pergi. Pokoknya rame deh.
Tapi
jangan terlalu heboh ya guys, kasian juga temen-temen LPTK yang nasibnya
berkebalikan. Meraka tercerai-berai, hingga harus mengungsi ke LPTK lain.
*pukpuk
2. Masa
orientasi
Ekspresi
bingung terlihat dari raut wajah para peserta mendengar istilah-istilah seputar
dunia perkuliahan kembali. Mulai dari SSP, SKS, Pedagogik, KI, KD, PM, MP,
PP,PT dll.
“
haduuh, itu maksudnya apa sih, aku kok ndak paham”
*Makanya disimak baik-baik mbak
mas, ngana ribut mulu sih daritadi
Disamping
itu, kegiatan pembekalan yang begitu padat dan makan waktu yang sangat lama
memang menguras energi dan konsentrasi. Tapi, kalo segitu aja udah ngeluh
gimana pas mulai kuliah nanti? PPG bukan untuk orang-orang cengeng, doyan
ngeluh, dan ndak sungguh-sungguh. Asli deh.
3. Unjuk
taji
Disamping
kedua hal diatas, pembekalan juga dijadikan ajang unjuk taji bagi segelintir
oknum atau kelompok, istilah kerennya pencitraan.
Masa pembekalan itu kan seluruh PPG lintas jurusan berkumpul menjadi satu, nah,
kesempatan itulah saat yang tepat untuk mencitrakan
diri/kelompok . Dengan berbagai modus seperti sering-sering bertanya ndak
penting, mendadak rame secara kompak, bahkan berpenampilan “unik” sah dilakukan
untuk mencari nama. Well, memang ndak
salah sih. Itu kan karakter seseorang/kelompok aja. Lagian, semua pasti segera tenggelam
kembali setelah nyemplung ke kesibukan PPG. Blupuk..blupuk..blupuk.. kira-kira
begitu bunyinya.
Guru profesional itu dikenal lewat dedikasi dan karyanya, jadi
mending budayakan “promote what we’ve done” instead of “what we can do” (
banggakanlah hal-hal besar yang sudah kita lakukan, daripada berteriak mengaku
profesional tapi mandul karya, dedikasi, dan prestasi) ngono kayane.. ndak iyo?
Well
well.. pembekalan kan disiapkan agar kita cepet nyetel dengan tempo,irama, dan
nada pembelajaran PPG, so alangkah baiknya cepat-cepat kita memasang visi “pahami aturannya, rencanakan strateginya,
dan menangkan permainannya” ya, sesimpel itu.
Selamat
menempuh PPG, Pejuang!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar