Jumat, 18 Maret 2016

Pembekalan PPG : Ajang reuni, orientasi, hingga unjuk taji


Prosesi program PPG telah memasuki babak baru. Setelah proses Lapor diri pada tanggal 15 maret di LPTK penyelenggara, para peserta sudah bisa menempati asrama yang disediakan. Para peserta, kemudian diharuskan mengikuti kegiatan pembekalan selama 3 hari berturut-turut meliputi pengenalan kegiatan akademik dan non-akademik, kehidupan berasrama, serta wawasan kebangsaan. Dalam kegiatan ini para peserta dituntut untuk membekali diri guna menghadapi kegiatan perkuliahan PPG yang seminggu kedepan akan resmi dimulai.
Selain untuk membekali diri, pembekalan ini dimanfaatkan para peserta untuk melakukan agenda lain yang belum terlaksana pasca SM-3T Lho. Kira – kira agenda apa sih? yuk kita intip

1. Ajang reuni
“hei apa kabar? kemaren penempatan dimana? gimana keadaan disana?”

Kira-kira pertanyaan seperti itulah yang berulang kali terdengar selama pembekalan. Jiwa-jiwa yang rindu akhirnya kembali bertemu. Teman sesama penempatan yang terpisah jeda kepulangan. Teman satu jurusan yang terpisah penempatan. Teman lain jurusan yang terpisah penempatan dan jeda kepulangan. Pokoknya ketemu semua. Tak ayal, pada masa-masa ini tempat nongkrong menjadi ramai. Warung – warung kopi menjadi saksi reuni setelah lama terpisah pergi. Pokoknya rame deh. 
Tapi jangan terlalu heboh ya guys, kasian juga temen-temen LPTK yang nasibnya berkebalikan. Meraka tercerai-berai, hingga harus mengungsi ke LPTK lain. *pukpuk

2. Masa orientasi
Ekspresi bingung terlihat dari raut wajah para peserta mendengar istilah-istilah seputar dunia perkuliahan kembali. Mulai dari SSP, SKS, Pedagogik, KI, KD, PM, MP, PP,PT dll.
“ haduuh, itu maksudnya apa sih, aku kok ndak paham”

*Makanya disimak baik-baik mbak mas, ngana ribut mulu sih daritadi

Disamping itu, kegiatan pembekalan yang begitu padat dan makan waktu yang sangat lama memang menguras energi dan konsentrasi. Tapi, kalo segitu aja udah ngeluh gimana pas mulai kuliah nanti? PPG bukan untuk orang-orang cengeng, doyan ngeluh, dan ndak sungguh-sungguh. Asli deh.



3. Unjuk taji

Disamping kedua hal diatas, pembekalan juga dijadikan ajang unjuk taji bagi segelintir oknum atau kelompok, istilah kerennya pencitraan. Masa pembekalan itu kan seluruh PPG lintas jurusan berkumpul menjadi satu, nah, kesempatan itulah saat yang tepat untuk mencitrakan diri/kelompok . Dengan berbagai modus seperti sering-sering bertanya ndak penting, mendadak rame secara kompak, bahkan berpenampilan “unik” sah dilakukan untuk mencari nama. Well, memang ndak salah sih. Itu kan karakter seseorang/kelompok aja. Lagian, semua pasti segera tenggelam kembali setelah nyemplung ke kesibukan PPG. Blupuk..blupuk..blupuk.. kira-kira begitu bunyinya. 
Guru profesional itu dikenal lewat dedikasi dan karyanya, jadi mending budayakan “promote what we’ve done” instead of “what we can do” ( banggakanlah hal-hal besar yang sudah kita lakukan, daripada berteriak mengaku profesional tapi mandul karya, dedikasi, dan prestasi) ngono kayane.. ndak iyo?

Well well.. pembekalan kan disiapkan agar kita cepet nyetel dengan tempo,irama, dan nada pembelajaran PPG, so alangkah baiknya cepat-cepat kita memasang visi “pahami aturannya, rencanakan strateginya, dan menangkan permainannya” ya, sesimpel itu.

Selamat menempuh PPG, Pejuang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar